MT


Rabu, 16 Mei 2012

Masa Depan Bumi Saat Matahari Berevolusi


Perubahan iklim dan pemanasan global yang terjadi akhir-akhir ini menjadi salah satu efek yang sangat signifikan dalam perubahan kondisi Bumi selama beberapa dekade dan abad ke depan. Namun, bagaimana dengan nasib Bumi jika terjadi pemanasan bertahap saat Matahari menuju masa akhir hidupnya sebagai bintang katai putih? Akankah Bumi bertahan, ataukah masa tersebut akan menjadi masa akhir kehidupan Bumi?
Bintang Raksasa Merah. Impresi artis. source : Universetoday
Milyaran tahun lagi, Matahari akan mengembang menjadi bintang raksasa merah. Saat itu, ia akan membesar dan menelan orbit Bumi. Akankah Bumi ditelan oleh Matahari seperti halnya Venus dan Merkurius? Pertanyaan ini telah menjadi diskusi panjang di kalangan astronom. Akankah kehidupan di Bumi tetap ada saat matahari menjadi Katai Putih?
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan K.-P. Schr¨oder dan Robert Connon Smith, ketika Matahari menjadi bintang raksasa merah, ekuatornya bahkan sudah melebihi jarak Mars. Dengan demikian, seluruh planet dalam di Tata Surya akan ditelan olehnya. Akan tiba saatnya ketika peningkatan fluks Matahari juga meningkatkan temperatur rata-rata di Bumi sampai pada level yang tidak memungkinkan mekanisme biologi dan mekanisme lainnya tahan terhadap kondisi tersebut.
Saat Matahari memasuki tahap akhir evolusi kehidupannya, ia akan mengalami kehilangan massa yang besar melalui angin bintang. Dan saat Matahari bertumbuh (membesar dalam ukuran), ia akan kehilangan massa sehingga planet-planet yang mengitarinya bergerak spiral keluar. Lagi-lagi pertanyaannya bagaimana dengan Bumi? Akankah Matahari yang sedang mengembang itu mengambil alih planet-planet yang bergerak spiral, atau akankah Bumi dan bahkan Venus bisa lolos dari cengkeramannya?
Perhitungan yang dilakukan oleh K.-P Schroder dan Robert Cannon Smith menunjukan, saat Matahari menjadi bintang raksasa merah di usianya yang ke 7,59 milyar tahun, ia akan mulai mengalami kehilangan massa. Matahari pada saat itu akan mengembang dan memiliki radius 256 kali radiusnya saat ini dan massanya akan tereduksi sampai 67% dari massanya sekarang. Saat mengembang, Matahari akan menyapu Tata Surya bagian dalam dengan sangat cepat, hanya dalam 5 juta tahun. Setelah itu ia akan langsung masuk pada tahap pembakaran helium yang juga akan berlangsung dengan sangat cepat, hanya sekitar 130 juta tahun. Matahari akan terus membesar melampaui orbit Merkurius dan kemudian Venus. Nah, pada saat Matahari akan mendekati Bumi, ia akan kehilangan massa 4.9 x 1020 ton setiap tahunnya (setara dengan 8% massa Bumi).
Perjalanan evolusi Matahari sejak lahir sampai menjadi bintang katai putih.
Setelah mencapai tahap akhir sebagai raksasa merah, Matahari akan menghamburkan selubungnya dan inti Matahari akan menyusut menjadi objek seukuran Bumi yang mengandung setengah massa yang pernah dimiliki Matahari. Saat itu, Matahari sudah menjadi bintang katai putih. Bintang kompak ini pada awalnya sangat panas dengan temperatur lebih dari 100 ribu derajat namun tanpa energi nuklir, dan ia akan mendingin dengan berlalunya waktu seiring dengan sisa planet dan asteroid yang masih mengelilinginya.
Zona Laik Huni yang Baru
Saat ini Bumi berada di dalam zona habitasi / laik huni dalam Tata Surya. Zona laik huni atau habitasi merupakan area di dekat bintang di mana planet yang berada di situ memiliki air berbentuk cair di permukaannya dengan temperatur rata-rata yang mendukung adanya kehidupan. Dalam perhitungan yang dilakukan Schroder dan Smith, temperatur planet tersebut bisa menjadi sangat ekstrim dan tidak nyaman untuk kehidupan, namun syarat utama zona habitasinya adalah keberadaan air yang cair.
Terbitnya bintang raksasa merah. Impresi artis. Sumber: Jeff Bryant's Space Art.
Tak dapat dipungkiri, saat Matahari jadi Raksasa Merah, zona habitasi akan lenyap dengan cepat. Saat Matahari melampaui orbit Bumi dalam beberapa juta tahun, ia akan menguapkan lautan di Bumi dan radiasi Matahari akan memusnahkan hidrogen dari air. Saat itu Bumi tidak lagi memiliki lautan. Tetapi, suatu saat nanti, ia akan mencair kembali. Nah saat Bumi tidak lagi berada dalam area habitasi, lantas bagaimana dengan kehidupan di dalamnya? Akankah mereka bertahan atau mungkin beradaptasi dengan kondisi yang baru tersebut? Atau itulah akhir dari perjalanan kehidupan di planet Bumi?
Yang menarik, meskipun Bumi tak lagi berada dalam zona habitasi, planet-planet lain di luar Bumi akan masuk dalam zona habitasi baru milik Matahari dan mereka akan berubah menjadi planet layak huni. Zona habitasi yang baru dari Matahari akan berada pada kisaran 49,4 SA – 71,4 SA. Ini berarti areanya akan meliputi juga area Sabuk Kuiper, dan dunia es yang ada disana saat ini akan meleleh. Dengan demikian objek-objek disekitar Pluto yang tadinya mengandung es sekarang justru memiliki air dalam bentuk cairan yang dibutuhkan untuk mendukung kehidupan. Bahkan bisa jadi Eris akan menumbuhkan kehidupan baru dan menjadi rumah yang baru bagi kehidupan.
Bagaimana dengan Bumi?
Apakah ini akhir perjalanan planet Bumi? Ataukah Bumi akan selamat? Berdasarkan perhitungan Schroder dan Smith Bumi tidak akan bisa menyelamatkan diri. Bahkan meskipun Bumi memperluas orbitnya 50% dari orbit yang sekarang ia tetap tidak memiliki pluang untuk selamat. Matahari yang sedang mengembang akan menelan Bumi sebelum ia mencapai batas akhir masa sebagai raksasa merah. Setelah menelan Bumi, Matahari akan mengembang 0,25 SA lagi dan masih memiliki waktu 500 ribu tahun untuk terus bertumbuh.
Matahari yang menjadi raksasa merah akan mengisi langit seperti yang tampak dari bumi. Gambar ini menunjukan topografi Bumi yang sudah meleleh menjadi lava. Tampak siluet bulan dengan latar raksasa merah. Copyright William K. Hartmann
Saat Bumi ditelan, ia akan masuk ke dalam atmosfer Matahari. Pada saat itu Bumi akan mengalami tabrakan dengan partikel-partikel gas. Orbitnya akan menyusut dan ia akan bergerak spiral kedalam. Itulah akhir dari kisah perjalanan Bumi.
Sedikit berandai-andai, bagaimana menyelamatkan Bumi? Jika Bumi berada pada jarak 1.15 SA (saat ini 1 SA) maka ia akan dapat selamat dari fasa pengembangan Matahari tersebut. Nah bagaimana bisa membawa Bumi ke posisi itu?? Meskipun terlihat seperti kisah fiksi ilmiah, namun Schroder dan Smith menyarankan agar teknologi masa depan dapat mencari cara untuk menambah kecepatan Bumi agar bisa bergerak spiral keluar dari Matahari menuju titik selamat tersebut.
Yang menarik untuk dikaji adalah, umat manusia seringkali gemar berbicara tentang masa depan Bumi milyaran tahun ke depan, padahal di depan mata, kerusakan itu sudah mulai terjadi. Bumi saat ini sudah mengalami kerusakan awal akibat ulah manusia, dan hal ini akan terus terjadi. Bisa jadi akhir perjalanan Bumi bukan disebabkan oleh evolusi matahari, tapi oleh ulah manusia itu sendiri. Tapi bisa jadi juga manusia akan menemukan caranya sendiri untuk lolos dari situasi terburuk yang akan dihadapi.
»»  Read More...

Kamis, 10 Mei 2012

Ditemukan, 11 Sistem Tata Surya Baru

planet,tata suryaIlustrasi luar angkasa
Teleskop pemburu planet milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Kepler, berhasil menemukan 11 sistem tata surya baru yang menjadi 'rumah' bagi 26 planet. Salah satu dari tata surya ini memiliki lima planet yang mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya, lebih dekat dibanding jarak planet Merkurius dengan Matahari di tata surya kita.

Planet-planet di sistem tata surya ini tidak sama dengan planet di sistem tata surya kita. Kelima planet itu ukurannya sekitar satu setengah hingga lima kali ukuran diameter Bumi. Namun, belum bisa ditentukan apakah planet-planet ini memiliki karakter solid seperti Bumi, Venus, Mars dan Merkurius. Ataukah penuh dengan gas seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Dari 11 sistem tata surya baru ini, satu sistem di antaranya memiliki enam planet, satu sistem lagi berisi lima planet, demikian ujar Jack Lissauer, peneliti planet yang bekerja sama dengan Ames Research Center milik with NASA di California, AS.

"(Penemuan) ini menambah tiga kali lipat jumlah bintang yang kita tahu yang memiliki lebih dari satu planet transit, jadi ini adalah penemuan besar," kata Lissauer, Jumat (27/1).

Penemuan ini juga menambah panjang daftar planet bagian luar menjadi 729 buah. 60 di antaranya adalah hasil penemuan Kepler.

Teleskop Kepler diluncurkan sejak Maret 2009 dan mampu mendeteksi cahaya berpendar yang berasal dari sebuah bintang. Pendaran inilah yang kemudian ditentukan oleh para peneliti karena kemungkinan terjadi karena ada planet yang mengorbit pada bintang tersebut.
»»  Read More...

Kenyataan di balik Kiamat 2012

"Pelajari dahulu sebelum menilai sesuatu..."


Pepatah diatas cocok untuk menilai perkiraan kiamat di tahun 2012 iniApabila Anda khawatir dengan kiamat 21 Desember 2012, maka susun rencana untuk mengunjungi Museum Penn, Amerika Serikat. Pameran "Maya 2012: Penguasa Waktu" dibuka pekan ini. Berbagai informasi mengenai Maya, dari prediksi kiamat hingga "lenyapnya" mereka ditampilkan di sini.


"Kenyataan seputar Maya jauh lebih menarik daripada cerita yang beredar tentang mereka. Ada 7 juta keturunan Maya yang masih hidup saat ini. Kita dapat belajar dari keturunan Maya mengenai budaya, kepercayaan, dan warisannya," urai kurator sekaligus arkeolog, Loa Traxler.

Ide pameran ini berasal dari buku The Return of Quetzalcoatl yang ditulis oleh Daniel Pinchbeck. Buku yang diterbitkan pada 2006 ini menyoroti bencana 2012 dan kegiatan yang harus dilakukan tahun ini.

Fondasi ide kiamat 2012 berasal dari situs purbakala Maya dengan Tortuguero memprediksi akhir dunia terjadi tahun ini. Menurut arkeolog Universitas Texas, AS, sekaligus penulis The Order of Days: The Maya World and the Truth about 2012, David Stuart, pemikiran ini merupakan terjemahan buruk dari prasasti rusak yang mungkin tidak mencantumkan tahun dengan benar.

Menurut suku Maya masa kini, kalender klasik Maya ini tidak lagi memiliki arti khusus. Ahli epigrafi dari Universitas Pennsylvania, Simon Martin menjelaskan suku Maya mengkaitkan kalender itu dengan kekuasaan raja-raja Maya yang telah lenyap. 

Selama periode "Klasik" sekitar 300 SM hingga 850 SM, raja-raja Maya kuno membangun piramida yang memenuhi kota di penjuru Amerika Tengah. Salah satunya, seperti kota Copan (KOE-pon) di Honduras pada era modern yang menjadi fokus pameran.

Beberapa kota Maya lain, seperti Tikal yang menjadi Guatemala pada era modern, telah ditelantarkan. Hanya beberapa kota Maya di Yucatan yang masih menggunakan bentuk kalender pada saat penaklukan terjadi pada awal abad ke-16.

Kota-kota kuno yang kini kosong itu memiliki monumen seperti yang tampak pada pameran. Patung dewa-dewi Maya, tembok piramid berhias mural, altar, dan bebatuan tegak atau stelae yang melambangkan kemenangan penguasa turut dipamerkan.
Penanggalan Politis

Pada banyak benda tersebut tertulis kalender Long Count yang telah lama menghilang. Pada kalender "kiamat" itu satu tahun terdiri dari 365 hari.
Abad yang tertulis berlangsung sekitar 394 tahun ini disebut bak'tun. Satu siklus maju ke bak'tun 13 atau tanggal 13.0.0.0.0 pada Desember. Penulisan ini seperti perpindahan tahun 1999 ke 2000 pada penanggalan Gregorian. Dengan mengetahui metode penulisan kalender ini kita bisa tenang karena akhir dunia tidak masuk jadwal penanggalan Maya.

"Raja Maya menjadi jangkar keseluruhan kosmos suku ini. Mereka bertanggung jawab atas stabilitas komunitas dan keluarga mereka," ujar Traxler seperti dilansir dari USAToday.com.

Prasasti Maya menyatakan umur panjang kejayaan penguasa, bukan kejatuhan mereka. Para raja ini mempekerjakan pemahat untuk memenuhi kota-kota Maya kuno dengan berita kemahsyuran mereka.

Kalender Long Count hanya bagian dari aksi para penguasa membesar-besarkan kesuksesan mereka. Menurut Martin, kalender ini berisi periode waktu yang jauh lebih lama dari bak'tun.

"Secara harfiah, jauh lebih lama dibanding umur alam semesta sebenarnya. Mereka memiliki konsepsi waktu yang diperpanjang hingga malah menjadi benar-benar membingungkan, bisa mencapai triliunan tahun sebelumnya," ungkap Martin.

Kalender Maya yang menghebohkan ini kemungkinan berganti pada 23 Desember 2012, bukan pada titik balik musim dingin matahari pada 21 Desember yang menjadi tanggal keramat kiamat. Temuan ini berdasarkan terjemahan terbaru dari prasasti Maya.

Traxler mengerti mengapa Maya tampak begitu misterius.

"Sekarang kami memiliki pemahaman lebih baik mengenai sejarah yang telah dicatat pada periode klasik Maya menggunakan prasasti di monumen-monumen kuno. Kerajaan, ritual, biografi pemimpin, dan konflik terungkap pada monumen itu. Konteks teks yang dipahat itu kini dapat kami pahami maknanya," jelas Traxler.

Bagi Traxler, penelusuran ini lebih menarik dibanding mengkhawatirkan hari akhir. Kalender itu hanya tanggal-tanggal bermuatan politis untuk mengagungkan penguasa Maya. Pameran ini bisa membuat Anda semakin penasaran dengan sisi misterius bangsa Maya.
»»  Read More...

Nasa yakin Bumi-nya "Alien" ditemukan 2 tahun lagi




Selama ini, para ilmuwan hanya mengira-ngira ratusan planet yang memiliki zona habitat dan disebut-disebut sebagai kandidat pengganti bumi. Namun, dalam dua tahun mendatang, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yakin akan menemukan planet tersebut.

Astronom sudah menemukan 750 planet yang diduga memiliki kehidupan asing alias planet alien. Sementara Teleskop Antariksa milik NASA, Kepler, menambah daftar 2300 kandidat planet berpenghuni yang menunggu studi lanjutan. Jumlah ini belum termasuk planet-planet mirip Bumi yang ada di luar sistem tata surya kita. 

"Saya percaya Kepler akan menemukan sebuah planet yang memiliki zona habitat atau Goldilocks planet dalam dua tahun mendatang," kata seorang peneliti khusus biologi exoplanet NASA, Shawn Domagal-Goldman, seperti dikutip dari Livescience.

Dia juga hakulyakin, NASA akan mampu menunjuk satu planet secara spesifik, "Planet yang bisa ditinggali makhluk hidup," kata dia.

Studi Goldilocks planetBeberapa pejabat NASA tampaknya ingin membagi optimisme Domagal-Goldman bahwa badan antariksa tersebut siap mencari jalan untuk mempelajari bumi alien, begitu dia ditemukan. 

Sejauh ini, peneliti masih kesulitan mengivestigasi bumi asing tersebut karena jauh dan serta ukuran mereka yang kecil. Cahaya yang terpancar dari planet berzona habitat ini pun redup dan tertutupi cahaya dari bintang induk mereka. Tapi peneliti ini hakulyakin dengan teknik pendekatan transit spectroscopy, dunia ini akan segera diungkap. 

Teknik ini mendalami cahaya bintang yang memantul dari atmosfer bumi alien tersebut ke lingkungan kosmik manusia. Menurut peneliti, cahaya ini mengandung 'sidik jari' dari atmosfer bumi alien. Nah, sidik jari inilah yang akan dipelajari astronom. Bagaimana komposisi atmosfer bumi alien ini. "Cahaya refleksi dari exoplanet ini akan bercerita banyak," kata Doug Hudgins, peneliti NASA lainnya.

NASA sedang menimbang untuk meluncurkan satu misi khusus bernama Fast Infrared Exoplanet Spectroscopy Survey Explorer atau Finesse, yang menggunakan metode transit spectroscopy. Misi ini akan mengukur spektrum bintang dan planet-planet mereka di dua situasi, saat planet terlihat dan lagi saat planet ada di balik bintang induk. 

NASA juga menimbang observasi yang disebut Transiting Exoplanet Survey Satellite atau Tess yang dibantu perusahaan mesin mencari raksasa, Google. Misi ini dirancang untuk menemukan planet alien di tetangga Bumi.
»»  Read More...

Planet Yang Terbuat dari 100% Berlian!

Para astronom telah menemukan berlian yang ukurannya segede planet di ruang angkasa. Berat planet berlian itu dilaporkan sekitar sepuluh miliar triliun triliun karat atau lima juta triliun triliun pound!!! (Repot nulisnya cuy!!!)






Para ilmuwan percaya bahwa berlian merupakan “jantungnya” sebuah bintang yang telah “punah” dimana pada saat “hidupnya” dulu sang bintang tersebut berpijar seperti matahari. Para astronom menamai planet berlian tersebut “Lucy” sebagai penghormatan terhadap lagu Beatles “Lucy in the Sky With Diamonds.”
“Anda akan membutuhkan kaca pembesar seperti yang digunakan ahli permata dengan ukuran sebesar ukuran Matahari untuk menilai kelas planet berlian ini (grading report) !” Kata astronom Travis Metcalfe (Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics), yang memimpin tim peneliti yang menemukan intan raksasa ini.
Batu kosmis ini melebihi semua ukuran berlian yang pernah ditemukan di Bumi. Sebesar-besarnya ukuran berlian di bumi adalah seberat 546 karat ditemukan di Republik Afrika Selatan bernama , Bintang Afrika (Star of Africa), yang dipakai pada mahkota kerajaan Inggris. Asal dari berlian terbesar tersebut adalah sebuah intan seberat 3.100 karat.
Lucy, juga dikenal sebagai BPM 37.093, sebenarnya adalah sebuah white dwarf (inti kerdil putih) yang mengkristal. Silahkan lihat juga artikel dari notegolddiamond.blogspot.com tentang bagaimana bumi membentuk batuan intan. White dwarf adalah sebuah inti kerdil putih yang sangat panas yang merupakan inti dari sebuah bintang, dan akan tersisa setelah bintang tersebut menghabiskan bahan bakar nuklir yang dimilikinya dan redup lalu mati. Sebagian besar unsurnya terdiri dari karbon dan dilapisi oleh lapisan tipis gas hidrogen dan helium.
White Dwarf akan membentuk cincin seperti gong raksasa, “Dengan mengukur ‘pulsations’ mereka, kita dapat mempelajari bagian dalam yang tersembunyi dari white dwarf, seperti pengukuran seismograf gempa bumi yang memungkinkan ahli geologi untuk mempelajari bagian dalam bumi. Kami menyadari bahwa interior karbon white dwarf ini telah dipadatkan untuk kemudian membentuk berlian terbesar di galaksi, “kata Metcalfe.
Para astronom mengatakan bahwa matahari kita akan mati dalam lima miliar tahun dan menjadi white dwarf juga. Sekitar dua miliar tahun setelah itu akan berubah menjadi berlian yang serupa yang akan terus berkilau di tengah tata surya selamanya.
Akhirnya betul juga pepatah yang mengatakan "Berlian adalah abadi..."
»»  Read More...

Selasa, 08 Mei 2012

Planet-Planet Paling Aneh yang Pernah Di Temukan


Alam semesta kita begitu luasnya dan diisi benda-benda angkasa, termasuk planet dan bintang dengan jumlah tidak terhingga. Dari sejumlah planet yang sudah diketahui manusia, ada beberapa diantaranya yang aneh dan unik.

Misalnya, Planet WASP-12b. Planet ini diketahui sebagai planet paling panas yang pernah ditemukan. Suhunya, mencapai 3.200 derajat Celcius! Ini baru di permukaan saja.

Ada lagi planet lain bernama Planet Dubbed TrES-4. Ini merupakan planet terbesar yang diketahui hingga saat ini. Ukurannya 1,7 kali planet Jupiter. Sebagai perbandingan, ukuran Jupiter sendiri, 120 kali ukuran Bumi yang kita tinggali.

Selain itu, ada lagi planet yang seluruh permukaannya diisi oleh air. Berikut ini foto-foto cantik dari planet-planet unik tersebut.


Planet-Planet Paling Aneh yang Pernah Di Temukan
Planet WASP-12b adalah planet paling panas yang pernah ditemukan.
Suhu permukaannya mencapai 3.200 derajat Celcius. Letaknya 870 tahun cahaya dari bumi.
Foto: ESA/NASA 



Planet-Planet Paling Aneh yang Pernah Di Temukan
Planet Paltry memiliki 3 matahari. Jaraknya dari bumi sekitar 149 tahun cahaya.
Foto: NASA/JPL's Planetquest/Caltech 



Planet-Planet Paling Aneh yang Pernah Di Temukan
Planet SWEEPS-10 memiliki kecepatan orbit tercepat.
Waktu yang dibutuhkan planet ini untuk sekali mengelilingi bintangnya hanya sekitar 10 jam.
Foto: NASA, ESA, A. Schaller (for STScI) 



Planet-Planet Paling Aneh yang Pernah Di Temukan
Astronom memperkirakan seluruh permukaan Planet GJ 1214b tertutup oleh air.
Planet yang besarnya 3 kali ukuran bumi ini terletak sekitar 40 tahun cahaya dari bumi.
Foto: David A. Aguilar, CFA 



Planet-Planet Paling Aneh yang Pernah Di Temukan
Planet Dubbed TrES-4 merupakan planet terbesar yang diketahui hingga saat ini.
Ukurannya 1,7 kali planet Jupiter. Jaraknya dari bumi sekitar 1400 tahun cahaya.
Foto: Jeffrey Hall, Lowell Observatory 



Planet-Planet Paling Aneh yang Pernah Di Temukan
Planet Kepler-10b, hingga saat ini diketahui sebagai planet terkecil di luar sistem tata surya.
Planet kerdil ini ditemukan pada Januari 2011.
Foto: NASA 



Planet-Planet Paling Aneh yang Pernah Di Temukan
Planet Epsilon Eridani b jaraknya sangat dekat dengan bumi, hanya sekitar 10.5 tahun cahaya.
Sedemikian dekatnya hingga kita bisa mengamatinya dengan teleskop.
Foto: NASA, ESA, G.F. Benedict 



Planet-Planet Paling Aneh yang Pernah Di Temukan
Planet OGLE-2005-BLG-390L b adalah planet yang terdingin
dan terjauh jaraknya dari bumi, sekitar 28 ribu tahun cahaya.
Foto: ESO
»»  Read More...

Suku Dogon, Suku Primitif Afrika yang Pernah Bertemu Alien dan Mengajarkan tentang Pengetahuan Kosmologi




Suku Dogon merupakan salah satu suku kuno Afrika. Dahulu mereka hanya dikenal sebagai salah satu penghuni benua Afrika, tapi pengetahuan mereka tentang kosmologi telah membuat peradaban mereka menjadi misteri.

Sesuatu yang jauh di luar jangkauan peradaban manusia purba telah mereka lakukan. Inilah misteri tentang 
Suku Dogon dan bintang Sirius.

Awal Mula Misteri Suku Dogon Suku Dogon sebagai salah satu suku yang mendiami pedalaman Afrika Barat Prancis (pada awal abad ke-20, semua daerah Afrika barat menjadi milik Prancis, sehingga dikenal dengan Afrika Barat Prancis). Suku Dogon bukanlah suku yang suka mengumbar tentang kebudayaan mereka dan pengetahuan mereka ke hadapan publik.
 

Suku Dogon, Suku Primitif Afrika yang Pernah Bertemu Alien dan Mengajarkan tentang Pengetahuan Kosmologi
 
Tetua Kepala Suku Dogon

Awal mula pengetahuan rahasia mereka terkuak, dimulai ketika seorang ahli Antropologi dari Prancis menghabiskan 16 tahun dari masa hidupnya untuk mempelajari kebudayaan Suku Dogon.
 

Marcel Griaule
 adalah ahli antropologi berkebangsaan Prancis yang menghabiskan 19 tahun untuk mempelajari kebudayaan Afrika. Dari 19 tahun tersebut, 16 tahun di antaranya digunakan untuk mempelajari secara khusus tentang kebudayaan suku Dogon. Dari sinilah misteri tentang secret knowledge of Dogon’s mulai lebih dipertanyakan publik.

Suku Dogon, Suku Primitif Afrika yang Pernah Bertemu Alien dan Mengajarkan tentang Pengetahuan Kosmologi
 
A 'Togu Na' - 'Rumah Ilmu' Suku Dogon

Pengetahuan Rahasia Suku Dogon Tepat pada tahun 1947 ketika Marcel telah 16 tahun berada di tengah-tengah suku Dogon, Marcel didekati oleh para tetua-tetua suku. Para tetua-tetua suku kemudian mengatakan kepadanya jika mereka akan menceritakan kepadanya tentang pengetahuan rahasia suku Dogon.
 

Pengetahuan yang bahkan oleh sebagaian besar masyarakat suku Dogon tidak tahu. Mereka menganggap Marcel telah terlalu lama menaruh minat terhadap mereka, sehingga mereka merasa layak untuk memberikan penghormatan kepada Marcel dengan menceritakan sesuatu dari suku mereka yang sangt rahasia.
 

Suku Dogon Menceritakan Pengetahuan Rahasia
 
Pada hari itu juga adalah pertama kali suku Dogon menceritakan pengetahuan rahasia mereka kepada orang luar dengan cara yang sudah menjadi tradisi mereka secara turun-temurun dari generasi ke generasi mereka. Menceritakan semua pengetahuan tentang alam, suku, bahkan kepercayaan mereka secara lisan, tidak ada surat-surat kuno untuk dibacakan, hanya secara lisan.

Suku Dogon, Suku Primitif Afrika yang Pernah Bertemu Alien dan Mengajarkan tentang Pengetahuan Kosmologi
 

Cincin Saturnus Dari semua hal yang diceritakan para tetua suku Dogon kepada mereka, salah satu hal yang paling menarik adalah 
pengetahuan mereka tentang kosmologi. Mereka menceritakan bahwa permukaan bulan sungguh kering dan tandus, menceritakan tentang Saturnus sebagai planet yang memiliki cincin, menceritakan tentang Jupiter (yang mereka sebut Dana Tolo) sebagai planet yang memiliki empat bulan (satelit) besar.

Suku Dogon, Suku Primitif Afrika yang Pernah Bertemu Alien dan Mengajarkan tentang Pengetahuan Kosmologi
 

Mereka juga sudah tahu
 jika galaksi kita, galaksi Bima Sakti adalah galaksi bintang yang berbentuk spiral, dan mereka juga sudah tahu jika planet-planet dalam galaksi ini bergerak dalam orbit elips mengelilingi matahari. Dari kisah inilah juga diketahui jika suku Dogon memiliki penghormatan khusus untuk bintang Sirius. Mereka tahu jika bintang yang selalu bersinar paling terang di malam hari ini sebenarnya bukan hanya satu, tetapi terdiri dari 2 bintang kembar.

Mereka kemudian melanjutkan deskripsi mereka tentang bintang sirius dengan panjang lebar. Bintang paling terang yang biasa kita lihat adalah bintang Sirius A, merupakan bintang paling besar sekaligus yang paling terang dari 2 bintang kembar tersebut, yang disebut suku Dogon sebagai 
’Sigi Tolo’.

Suku Dogon, Suku Primitif Afrika yang Pernah Bertemu Alien dan Mengajarkan tentang Pengetahuan Kosmologi
 

Bintang sirius A ini diorbit oleh bintang yang lebih kecil dari sirius A, sirius B yang oleh suku Dogon disebut 
Po Tolo atau juga dikenal degan Digitaria. Suku Dogon percaya jika bintang kecil ini adalah benda yang paling berat di alam semesta karena terbuat dari sebuah bahan metal yang mereka sebutSagala.

Bintang 
Po Tolo ini akan mengorbit Sigi Tolo setiap 50 tahun dalam sebuah orbit elips. Suku Dogon juga mengklaim jika ada bintang ketiga dalam sistem bintang ini yaitu, emme ya, yang berarti matahari para wanita.

Bintang ini dideskripsikan sebagai bintang yang memiliki berat 4 kali lebih ringan daripada Po Tolo, bergerak ke arah yang sama di dekat Sigi Tolo tapi dengan orbit yang lebih besar. Emme ya dikatakan memiliki satelit atau planet sendiri yang disebut Goatherd (gembala kambing) atauthe star of women (bintang para wanita).
 
Semua ini tergambar dalam topeng sigui tua yang berumur 400 tahun yang mewakili kosmologi. Semua pengetahuan di atas dideskripsikan dari pengetahuan rahasia suku Dogon kepada Marcel.

Kedatangan Nommo, Dewa Amfibi 5000 tahun Yang lalu
 
Mereka mengklaim semua pengetahuan di atas adalah pengetahuan turun-temurun. Mereka percaya bahwa semua pengetahuan di atas berawal ketika sekitar 5.000 tahun lalu, sebuah kapal dewa datang bersamaan dengan munculnya api dan guntur.

Suku Dogon, Suku Primitif Afrika yang Pernah Bertemu Alien dan Mengajarkan tentang Pengetahuan Kosmologi
 

Kapal itu membawa 
para Nommo, dewa yang digambarkan bisa hidup di darat dan air dan berwujud setengah ikan. Para Nommo inilah yang dipercaya para tetua suku Dogon telah mendirikan peradaban suku Dogon sekaligus mewarisi pengetahuan tentang kosmologi di atas dan mengenai surga.

Makalah 
Marcel Griaule mengenai Dogon yang ditulis bersama rekannya, Germaine Dieterlen, dipulikasikan pada tahun 1950. Makalah itu disebut A Sudanese Sirius System. Marcel kemudian meninggal di Paris pada tahun 1956 karena serangan jantung. Ketika Marcel Griaule meninggal, suku Dogon juga mengadakan upacara khusus bagi orang mati sebagai tanda penghargaan yang tertinggi bagi pria ini dari suku Dogon. Pada tahun 1965 kemudian, sebuah buku mengenai Dogon oleh Marcel dan Dieterlen diterbitkan. Buku tersebut dinamakan Le Renard Pale atau The Pale Fox.

Kosmologi Versi Modern Kita semua tahu bahwa bulan kering dan tandus, apalagi sejak hebohnya pendaratan pertama manusia di bulan. Kita juga tahu jika planet Saturnus memiliki cincin dan Jupiter memiliki 4 bulan (satelit) raksasa, 
tapi berapa banyak dari Anda yang tahu jika bintang yang selalu terlihat terang pada malam hari terdiri dari 2 bintang kembar?

Bintang sirius A memang dapat dilihat dengan mata tel4njang, tapi bintang sirius B tidak akan kelihatan dengan mata tel4njang. Bintang sirius B baru ditemukan sains modern pada tahun 1862 oleh Alvan Graham Clark.
 

Suku Dogon, Suku Primitif Afrika yang Pernah Bertemu Alien dan Mengajarkan tentang Pengetahuan Kosmologi
 
Alvan Graham Clark


Pada tahun 1920, di Mount Wilson Observatory, para ilmuwan baru mampu meneliti jika bintang sirius B ternyata 10.000 kali lebih redup dari bintang sirius A. Pada saat yang sama juga diperoleh kesimpulan jika massa bintang sirius B yang begitu berat telah menyebabkan orbit dari bintang sirius B menjadi bergelombang.
 

Sains modern juga telah mampu menjelaskan tentang orbit Sirius B, tapi dengan lebih detail. Menurut sains modern, bintang sirius A dan Sirius B akan berdekatan setiap 49,9 tahun sekali dan menciptakan suatu badai megnet yang besar di antara mereka.
 

Saat badai magnet besar ini terjadi, bintang sirius A dan sirius B akan berputar dengan sangat cepat. Ksomologi versi sains modern menurut saya lebih 
terkesan hanya melengkapi pengetahuan kosmologi suku Dogon. Seperti kata para pengagum noetic science, “Today’s science was not so much making ‘discoveries’ as it was making ‘rediscoveries’.”

Robert Temple dan Misteri Sirius Robert Temple merupakan salah satu anggota dari Royal Astronomical Society sekaligus penulis buku. Pada tahun 1966, Robert Temple mempelajari buku dari Marcel Griaule dan Germaine Dieterlen, le Renard Pale.
 

Suku Dogon, Suku Primitif Afrika yang Pernah Bertemu Alien dan Mengajarkan tentang Pengetahuan Kosmologi
 
Robert Temple

Robert kemudian menjadi lebih penasaran tentang 
bagaimana mungkin suku Dogon yang terisolasi ini bisa mengetahui tentang bintang sirius B yang tidak terlihat oleh mata tel4njang serta sistem bintang sirius itu sendiri tanpa teleskop.

Kedatangan Nommo, Dewa Amfibi 5000 tahun Yang lalu
 
Robert Temple kemudian melakukan inestigasinya untuk menelusuri kemungkinan lain jika pengetahuan mereka telah diwarisi oleh peradaban suku lain. Robert Temple akhirnya menuangkan kesimpulannya bahwa suku Dogon mungkin telah didatangi oleh para alien pada masa dahulu.

Fenomena astronot kuno memang hingga kini juga menjadi misteri tersendiri. Tidak banyak yang yakin,
tetapi begitu banyak bukti yang mendukung.
»»  Read More...

OL