MT


Sabtu, 28 September 2013

11 Makhluk Mitologi dari Arab yang Mengerikan!

11 Makhluk Mitologi dari Arab yang Mengerikan!

Di Arab pun, ada makhluk-makhluk gaib yang jadi legenda loh. Cekidot ke-11 makhluk mitologi dari Arab yang paling ditakuti di negeri seribu satu malam tersebut.

1.Bahamut


11 Makhluk Mitologi dari Arab yang Mengerikan!: Bahamut

Bahamut adalah ikan besar yang berasal dari mitologi Arab. Dalam beberapa sumber, Bahamut digambarkan memiliki kepala yang menyerupai kuda nil atau gajah.

2. Dandan


11 Makhluk Mitologi dari Arab yang Mengerikan!: Dandan

Dandan adalah makhluk mitologi laut yang diceritakan dalam volum 9 dari buku cerita 1001 malam. Dandan dikisahkan dalam bab Abdullah si Nelayan dan Abdullah si Merman. Diceritakan bahwa Dandan adalah ikan terbesar di laut dan merupakan musuh duyung. Dandan mampu menelan kapal dan seluruh awaknya dalam satu tegukan.

3. Falak


11 Makhluk Mitologi dari Arab yang Mengerikan!: Falak

Falak menurut mitos adalah ular yang hidup di neraka. Ular ini dikatakan sangat besar hingga bisa menelan seluruh makhluk di bumi.

4. Ghoul


11 Makhluk Mitologi dari Arab yang Mengerikan!: Ghoul

Ghoul adalah makhluk mitologi rakasa dari cerita rakyat Arab kuno yang tinggal di kuburan dan tempat-tempat tak berpenghuni. Dalam bahasa inggris, Ghoul mempunyai arti secara harfiah "setan". Ghoul diyakini sebagai bapaknya setan.

5. Ifrit


11 Makhluk Mitologi dari Arab yang Mengerikan!: Ifrit

Ifrit adalah jin kelas neraka. Di bawah tingkat malaikat dan setan dan terkenal akan kekuatan dan kelicikannya. Diilustrasikan, Ifrit adalah makhluk bersayap api, baik perempuan atau laki-laki, yang tinggal di bawah tanah dan sering pergi ke reruntuhan. Menurut beberapa sumber, Ifrit hidup dalam sebuah masyarakat yang terstruktur di sepanjang garis suku Arab kuno, lengkap dengan raja-raja, suku, dan klan seperti manusia.

6. Jinn


11 Makhluk Mitologi dari Arab yang Mengerikan!: Jinn

Jin adalah makhluk gaib yang menempati dunia paralel antara kita ama malaikat. Mereka dikatakan mempunyai sifat yang sama dengan kita. Yaitu bisa menjadi baik atau jahat.

7. Karkadann

11 Makhluk Mitologi dari Arab yang Mengerikan!: Kardakann

Ibnu Battuta dalam perjalanannya menyebut badak di India adalah Karkadann. Karkadann adalah binatang yang sangat kejam, dapat mengusir binatang sebesar gajah. Ia akan melawan gajah dan membunuhnya. Kemudian akan mengangkatnya di atas kepala dalam kemenangan menggunakan tanduk.

8. Marid


11 Makhluk Mitologi dari Arab yang Mengerikan!: Marid

Marid seringkali digambarkan sebagai jenis yang paling kuat dari jin. Mereka memiliki kemampuan untuk memberikan harapan kepada manusia. Tetapi biasanya membutuhkan pertempuran, ritual, atau penyembahan sebagai syaratnya.

9. Nasnas



Nasnas adalah makhluk raksasa dalam mitologi Arab. Menurut Edward Lane, penerjemah abad ke-19 dari The Arabian Nights, Nasnas adalah "setengah manusia, memiliki setengah kepala, setengah tubuh, satu tangan, dan satu kaki". Nasnas diyakini sebagai keturunan dari setan yang disebut Shikk.

10. Sandwalker


11 Makhluk Mitologi dari Arab yang Mengerikan!: Sandwalker

Sandwalker digambarkan secara umum seperti kalajengking, namun dengan ukuran yang jumbo. Si doi  memiliki cakar besar seperti kepiting, yang digunakan untuk membawa pergi korbannya. Ia mengubur diri dalam pasir pada siang hari untuk menghindari deteksi, dan keluar pada malam hari untuk makan. Jarang memangsa manusia, biasanya berburu unta atau kuda.

11. Werehyena


11 Makhluk Mitologi dari Arab yang Mengerikan!: Werehyena

Werehyenas adalah makhluk mitologi yang mampu berubah bentuk menjadi hyena atau manusia. Mereka seperti manusia serigala cerita rakyat Eropa, werehyena digambarkan sebagai shapeshifters, meskipun tidak seperti manusia serigala yang biasanya digambarkan sebagai manusia awalnya, beberapa pengetahuan mengenai werehyena bercerita tentang bagaimana mereka juga dapat menyamar sebagai manusia hyena.
»»  Read More...

Bagaimana Galaksi Bima Sakti-Andromeda Pernah Bertabrakan


detail berita
Galaksi Andromeda (Foto: Phys)
CALIFORNIA – Selama bertahun-tahun para ilmuwan percaya bahwa galaksi Bima Sakti dan Andromeda saling bertabrakan. Itu terjadi pada 3 miliar tahun lalu. Mereka meyakini tabrakan tersebut merupakan kali pertamanya terjadi di semesta ini.

Namun demikian, tim astronom Eropa yang dipimpin oleh Hongsheng Zhao dari University of St Andrews di Inggris menemukan fakta, kedua sistem bintang itu bertabrakan pada 10 miliar tahun lalu. Dalam pemaparannya di RAS National Astronomy Meeting di St Andrews hari ini, ia mengatakan bahwa selama ini telah terjadi kesalahan dalam pemahaman gravitasi.

Seperti diketahui, Galaksi Bima Sakti yang terdiri dari 200 miliar bintang merupakan bagian dari kelompok galaksi yang disebut Local Group. Para astrofisikawan berteori bahwa sebagian besar massa Local Group terbuat dari materi gelap, sehingga menjadikannya tidak terlihat.

Di mana, materi gelap tersebut kemudian membentuk tarikan gravitasi di antara keduanya cukup kuat. Menariknya, kini kedua galaksi itu diketahui bergerak menuju satu arah yang sama dengan kecepatan 100 kilometer per detik. Hal ini memungkinkan terjadinya tabrakan besar pada tiga miliar tahun yang akan datang.

Dr Zhao dan tim berpendapat, satu-satunya cara memprediksi daya tarik gravitasi setiap galaksi atau kumpulan galaksi kecil adalah dengan mengkaji ulang model yang pertama kali diusulkan oleh Prof Mordehai Milgrom dari Weizmann Institute di Israel pada 1983.

Modifikasi teori gravitasi (Modified Newtonian Dynamics atau Mond) menjelaskan tentang adanya perbedaan sifat gravitasi pada skala terbesar. Hal ini menyimpang dari prediksi yang pernah dibuat oleh Newton dan Einstein sebelumnya.

Dr Zhao dan tim kemudian menggunakan teori ini untuk menghitung pergerakan galaksi yang termasuk dalam Local Group. Hasilnya, mereka menemukan bahwa Bima Sakti dan Andromeda pernah berada di satu posisi terdekat pada 10 miliar tahun silam.
Akan tetapi, jika kandungan materi gelap yang ada pada kedua gravitasi galaksi ini sesuai dengan model konvensional (teori Milgromian), besar kemungkinan keduanya dapat bergabung menjadi satu.

“Hingga saat ini kami tidak menemukan bukti pengamatan yang membenarkan bagaimana kedua galaksi bisa berada pada posisi berdekatan tanpa menabrak satu sama lain tanpa adanya materi gelap,” ungkap salah satu anggota tim dari Bonn University, Prof Pavel Kroupa, seperti disitat Phys, Kamis (4/7/2013).

Meski demikian mereka menekankan, Bima Sakti dan Andromeda masih memiliki kemungkinan akan menabrak satu sama lain lagi dalam beberapa miliar tahun ke depan. Jika perhitungan mereka benar, maka sejarah kosmos nampaknya perlu ditulis ulang dari awal lagi.

Teori ini didasarkan model gravitasi konvensional yang dirancang oleh Newton dan dimodifikasi oleh Enstein pada satu abad yang lalu.
»»  Read More...

Serba - Serbi Batam



Suku Bangsa
Masyarakat Kota Batam merupakan masyarakat heterogen yang terdiri dari beragam suku dan golongan. Suku yang dominan antara lain Melayu, Minangkabau, Batak, Jawa, dan Tionghoa. Dengan berpayungkan Budaya Melayu dan menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika, Batam menjadi kondusif dalam menggerakan kegiatan ekonomi, sosial politik serta budaya dalam masyarakat. Hingga Agustus 2010, Batam telah berpenduduk 949.775 jiwa dan memiliki laju pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi. Dalam kurun waktu tahun 2001 hingga tahun 2010 memiliki angka pertumbuhan penduduk rata-rata hampir 10 persen pertahun.

Agama
Islam adalah agama mayoritas di Kota Batam. Mesjid Raya Batam yang terletak di tengah kota, berdekatan dengan alun-alun, kantor walikota dan kantor DPRD menjadi simbol masyarakat Batam yang agamis. Agama Kristen dan Katholik juga banyak dianut oleh masyarakat Batam, terutama yang berasal dari suku Batak dan Flores. Agama Buddha kebanyakan dianut oleh warga Tionghoa. Batam memiliki Vihara yang konon terbesar di Asia Tenggara, yaitu Vihara Duta Maitreya.

Bahasa
Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar sehari-hari. Bahasa daerah juga digunakan oleh para penduduk yang berasal dari daerah lain, seperti Bahasa Minang, Bahasa Batak, dan Bahasa Jawa. Hal demikian terjadi karena Batam adalah tempat berbagai suku bangsa bertemu.

Geografi
Kota yang merupakan bagian dari Provinsi Kepulauan Riau ini, memiliki luas wilayah daratan seluas 715 km² atau sekitar 115% dari wilayah Singapura, sedangkan luas wilayah keseluruhan mencapai 1.570,35 km². Kota Batam beriklim tropis dengan suhu rata-rata 26 sampai 34 derajat celsius. Kota ini memiliki dataran yang berbukit dan berlembah. Tanahnya berupa tanah merah yang kurang subur.

Batas-batas Kota Batam:
Utara   : Selat Singapura dan Malaysia
Selatan : Kabupaten Lingga
Barat         : Kabupaten Karimun
Timur : Pulau Bintan dan Tanjung Pinang

Pembagian Wilayah 
Kota Batam terdiri dari 12 (dua belas) kecamatan, yaitu:
Kecamatan Batam Kota
Kecamatan Nongsa
Kecamatan Bengkong
Kecamatan Batu Ampar
Kecamatan Sekupang
Kecamatan Belakang Padang
Kecamatan Bulang
Kecamatan Sagulung
Kecamatan Galang
Kecamatan Lubuk Baja
Kecamatan Sungai Beduk
Kecamatan Batu Aji
»»  Read More...

Rabu, 16 Mei 2012

Masa Depan Bumi Saat Matahari Berevolusi


Perubahan iklim dan pemanasan global yang terjadi akhir-akhir ini menjadi salah satu efek yang sangat signifikan dalam perubahan kondisi Bumi selama beberapa dekade dan abad ke depan. Namun, bagaimana dengan nasib Bumi jika terjadi pemanasan bertahap saat Matahari menuju masa akhir hidupnya sebagai bintang katai putih? Akankah Bumi bertahan, ataukah masa tersebut akan menjadi masa akhir kehidupan Bumi?
Bintang Raksasa Merah. Impresi artis. source : Universetoday
Milyaran tahun lagi, Matahari akan mengembang menjadi bintang raksasa merah. Saat itu, ia akan membesar dan menelan orbit Bumi. Akankah Bumi ditelan oleh Matahari seperti halnya Venus dan Merkurius? Pertanyaan ini telah menjadi diskusi panjang di kalangan astronom. Akankah kehidupan di Bumi tetap ada saat matahari menjadi Katai Putih?
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan K.-P. Schr¨oder dan Robert Connon Smith, ketika Matahari menjadi bintang raksasa merah, ekuatornya bahkan sudah melebihi jarak Mars. Dengan demikian, seluruh planet dalam di Tata Surya akan ditelan olehnya. Akan tiba saatnya ketika peningkatan fluks Matahari juga meningkatkan temperatur rata-rata di Bumi sampai pada level yang tidak memungkinkan mekanisme biologi dan mekanisme lainnya tahan terhadap kondisi tersebut.
Saat Matahari memasuki tahap akhir evolusi kehidupannya, ia akan mengalami kehilangan massa yang besar melalui angin bintang. Dan saat Matahari bertumbuh (membesar dalam ukuran), ia akan kehilangan massa sehingga planet-planet yang mengitarinya bergerak spiral keluar. Lagi-lagi pertanyaannya bagaimana dengan Bumi? Akankah Matahari yang sedang mengembang itu mengambil alih planet-planet yang bergerak spiral, atau akankah Bumi dan bahkan Venus bisa lolos dari cengkeramannya?
Perhitungan yang dilakukan oleh K.-P Schroder dan Robert Cannon Smith menunjukan, saat Matahari menjadi bintang raksasa merah di usianya yang ke 7,59 milyar tahun, ia akan mulai mengalami kehilangan massa. Matahari pada saat itu akan mengembang dan memiliki radius 256 kali radiusnya saat ini dan massanya akan tereduksi sampai 67% dari massanya sekarang. Saat mengembang, Matahari akan menyapu Tata Surya bagian dalam dengan sangat cepat, hanya dalam 5 juta tahun. Setelah itu ia akan langsung masuk pada tahap pembakaran helium yang juga akan berlangsung dengan sangat cepat, hanya sekitar 130 juta tahun. Matahari akan terus membesar melampaui orbit Merkurius dan kemudian Venus. Nah, pada saat Matahari akan mendekati Bumi, ia akan kehilangan massa 4.9 x 1020 ton setiap tahunnya (setara dengan 8% massa Bumi).
Perjalanan evolusi Matahari sejak lahir sampai menjadi bintang katai putih.
Setelah mencapai tahap akhir sebagai raksasa merah, Matahari akan menghamburkan selubungnya dan inti Matahari akan menyusut menjadi objek seukuran Bumi yang mengandung setengah massa yang pernah dimiliki Matahari. Saat itu, Matahari sudah menjadi bintang katai putih. Bintang kompak ini pada awalnya sangat panas dengan temperatur lebih dari 100 ribu derajat namun tanpa energi nuklir, dan ia akan mendingin dengan berlalunya waktu seiring dengan sisa planet dan asteroid yang masih mengelilinginya.
Zona Laik Huni yang Baru
Saat ini Bumi berada di dalam zona habitasi / laik huni dalam Tata Surya. Zona laik huni atau habitasi merupakan area di dekat bintang di mana planet yang berada di situ memiliki air berbentuk cair di permukaannya dengan temperatur rata-rata yang mendukung adanya kehidupan. Dalam perhitungan yang dilakukan Schroder dan Smith, temperatur planet tersebut bisa menjadi sangat ekstrim dan tidak nyaman untuk kehidupan, namun syarat utama zona habitasinya adalah keberadaan air yang cair.
Terbitnya bintang raksasa merah. Impresi artis. Sumber: Jeff Bryant's Space Art.
Tak dapat dipungkiri, saat Matahari jadi Raksasa Merah, zona habitasi akan lenyap dengan cepat. Saat Matahari melampaui orbit Bumi dalam beberapa juta tahun, ia akan menguapkan lautan di Bumi dan radiasi Matahari akan memusnahkan hidrogen dari air. Saat itu Bumi tidak lagi memiliki lautan. Tetapi, suatu saat nanti, ia akan mencair kembali. Nah saat Bumi tidak lagi berada dalam area habitasi, lantas bagaimana dengan kehidupan di dalamnya? Akankah mereka bertahan atau mungkin beradaptasi dengan kondisi yang baru tersebut? Atau itulah akhir dari perjalanan kehidupan di planet Bumi?
Yang menarik, meskipun Bumi tak lagi berada dalam zona habitasi, planet-planet lain di luar Bumi akan masuk dalam zona habitasi baru milik Matahari dan mereka akan berubah menjadi planet layak huni. Zona habitasi yang baru dari Matahari akan berada pada kisaran 49,4 SA – 71,4 SA. Ini berarti areanya akan meliputi juga area Sabuk Kuiper, dan dunia es yang ada disana saat ini akan meleleh. Dengan demikian objek-objek disekitar Pluto yang tadinya mengandung es sekarang justru memiliki air dalam bentuk cairan yang dibutuhkan untuk mendukung kehidupan. Bahkan bisa jadi Eris akan menumbuhkan kehidupan baru dan menjadi rumah yang baru bagi kehidupan.
Bagaimana dengan Bumi?
Apakah ini akhir perjalanan planet Bumi? Ataukah Bumi akan selamat? Berdasarkan perhitungan Schroder dan Smith Bumi tidak akan bisa menyelamatkan diri. Bahkan meskipun Bumi memperluas orbitnya 50% dari orbit yang sekarang ia tetap tidak memiliki pluang untuk selamat. Matahari yang sedang mengembang akan menelan Bumi sebelum ia mencapai batas akhir masa sebagai raksasa merah. Setelah menelan Bumi, Matahari akan mengembang 0,25 SA lagi dan masih memiliki waktu 500 ribu tahun untuk terus bertumbuh.
Matahari yang menjadi raksasa merah akan mengisi langit seperti yang tampak dari bumi. Gambar ini menunjukan topografi Bumi yang sudah meleleh menjadi lava. Tampak siluet bulan dengan latar raksasa merah. Copyright William K. Hartmann
Saat Bumi ditelan, ia akan masuk ke dalam atmosfer Matahari. Pada saat itu Bumi akan mengalami tabrakan dengan partikel-partikel gas. Orbitnya akan menyusut dan ia akan bergerak spiral kedalam. Itulah akhir dari kisah perjalanan Bumi.
Sedikit berandai-andai, bagaimana menyelamatkan Bumi? Jika Bumi berada pada jarak 1.15 SA (saat ini 1 SA) maka ia akan dapat selamat dari fasa pengembangan Matahari tersebut. Nah bagaimana bisa membawa Bumi ke posisi itu?? Meskipun terlihat seperti kisah fiksi ilmiah, namun Schroder dan Smith menyarankan agar teknologi masa depan dapat mencari cara untuk menambah kecepatan Bumi agar bisa bergerak spiral keluar dari Matahari menuju titik selamat tersebut.
Yang menarik untuk dikaji adalah, umat manusia seringkali gemar berbicara tentang masa depan Bumi milyaran tahun ke depan, padahal di depan mata, kerusakan itu sudah mulai terjadi. Bumi saat ini sudah mengalami kerusakan awal akibat ulah manusia, dan hal ini akan terus terjadi. Bisa jadi akhir perjalanan Bumi bukan disebabkan oleh evolusi matahari, tapi oleh ulah manusia itu sendiri. Tapi bisa jadi juga manusia akan menemukan caranya sendiri untuk lolos dari situasi terburuk yang akan dihadapi.
»»  Read More...

Kamis, 10 Mei 2012

Ditemukan, 11 Sistem Tata Surya Baru

planet,tata suryaIlustrasi luar angkasa
Teleskop pemburu planet milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Kepler, berhasil menemukan 11 sistem tata surya baru yang menjadi 'rumah' bagi 26 planet. Salah satu dari tata surya ini memiliki lima planet yang mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya, lebih dekat dibanding jarak planet Merkurius dengan Matahari di tata surya kita.

Planet-planet di sistem tata surya ini tidak sama dengan planet di sistem tata surya kita. Kelima planet itu ukurannya sekitar satu setengah hingga lima kali ukuran diameter Bumi. Namun, belum bisa ditentukan apakah planet-planet ini memiliki karakter solid seperti Bumi, Venus, Mars dan Merkurius. Ataukah penuh dengan gas seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Dari 11 sistem tata surya baru ini, satu sistem di antaranya memiliki enam planet, satu sistem lagi berisi lima planet, demikian ujar Jack Lissauer, peneliti planet yang bekerja sama dengan Ames Research Center milik with NASA di California, AS.

"(Penemuan) ini menambah tiga kali lipat jumlah bintang yang kita tahu yang memiliki lebih dari satu planet transit, jadi ini adalah penemuan besar," kata Lissauer, Jumat (27/1).

Penemuan ini juga menambah panjang daftar planet bagian luar menjadi 729 buah. 60 di antaranya adalah hasil penemuan Kepler.

Teleskop Kepler diluncurkan sejak Maret 2009 dan mampu mendeteksi cahaya berpendar yang berasal dari sebuah bintang. Pendaran inilah yang kemudian ditentukan oleh para peneliti karena kemungkinan terjadi karena ada planet yang mengorbit pada bintang tersebut.
»»  Read More...

Kenyataan di balik Kiamat 2012

"Pelajari dahulu sebelum menilai sesuatu..."


Pepatah diatas cocok untuk menilai perkiraan kiamat di tahun 2012 iniApabila Anda khawatir dengan kiamat 21 Desember 2012, maka susun rencana untuk mengunjungi Museum Penn, Amerika Serikat. Pameran "Maya 2012: Penguasa Waktu" dibuka pekan ini. Berbagai informasi mengenai Maya, dari prediksi kiamat hingga "lenyapnya" mereka ditampilkan di sini.


"Kenyataan seputar Maya jauh lebih menarik daripada cerita yang beredar tentang mereka. Ada 7 juta keturunan Maya yang masih hidup saat ini. Kita dapat belajar dari keturunan Maya mengenai budaya, kepercayaan, dan warisannya," urai kurator sekaligus arkeolog, Loa Traxler.

Ide pameran ini berasal dari buku The Return of Quetzalcoatl yang ditulis oleh Daniel Pinchbeck. Buku yang diterbitkan pada 2006 ini menyoroti bencana 2012 dan kegiatan yang harus dilakukan tahun ini.

Fondasi ide kiamat 2012 berasal dari situs purbakala Maya dengan Tortuguero memprediksi akhir dunia terjadi tahun ini. Menurut arkeolog Universitas Texas, AS, sekaligus penulis The Order of Days: The Maya World and the Truth about 2012, David Stuart, pemikiran ini merupakan terjemahan buruk dari prasasti rusak yang mungkin tidak mencantumkan tahun dengan benar.

Menurut suku Maya masa kini, kalender klasik Maya ini tidak lagi memiliki arti khusus. Ahli epigrafi dari Universitas Pennsylvania, Simon Martin menjelaskan suku Maya mengkaitkan kalender itu dengan kekuasaan raja-raja Maya yang telah lenyap. 

Selama periode "Klasik" sekitar 300 SM hingga 850 SM, raja-raja Maya kuno membangun piramida yang memenuhi kota di penjuru Amerika Tengah. Salah satunya, seperti kota Copan (KOE-pon) di Honduras pada era modern yang menjadi fokus pameran.

Beberapa kota Maya lain, seperti Tikal yang menjadi Guatemala pada era modern, telah ditelantarkan. Hanya beberapa kota Maya di Yucatan yang masih menggunakan bentuk kalender pada saat penaklukan terjadi pada awal abad ke-16.

Kota-kota kuno yang kini kosong itu memiliki monumen seperti yang tampak pada pameran. Patung dewa-dewi Maya, tembok piramid berhias mural, altar, dan bebatuan tegak atau stelae yang melambangkan kemenangan penguasa turut dipamerkan.
Penanggalan Politis

Pada banyak benda tersebut tertulis kalender Long Count yang telah lama menghilang. Pada kalender "kiamat" itu satu tahun terdiri dari 365 hari.
Abad yang tertulis berlangsung sekitar 394 tahun ini disebut bak'tun. Satu siklus maju ke bak'tun 13 atau tanggal 13.0.0.0.0 pada Desember. Penulisan ini seperti perpindahan tahun 1999 ke 2000 pada penanggalan Gregorian. Dengan mengetahui metode penulisan kalender ini kita bisa tenang karena akhir dunia tidak masuk jadwal penanggalan Maya.

"Raja Maya menjadi jangkar keseluruhan kosmos suku ini. Mereka bertanggung jawab atas stabilitas komunitas dan keluarga mereka," ujar Traxler seperti dilansir dari USAToday.com.

Prasasti Maya menyatakan umur panjang kejayaan penguasa, bukan kejatuhan mereka. Para raja ini mempekerjakan pemahat untuk memenuhi kota-kota Maya kuno dengan berita kemahsyuran mereka.

Kalender Long Count hanya bagian dari aksi para penguasa membesar-besarkan kesuksesan mereka. Menurut Martin, kalender ini berisi periode waktu yang jauh lebih lama dari bak'tun.

"Secara harfiah, jauh lebih lama dibanding umur alam semesta sebenarnya. Mereka memiliki konsepsi waktu yang diperpanjang hingga malah menjadi benar-benar membingungkan, bisa mencapai triliunan tahun sebelumnya," ungkap Martin.

Kalender Maya yang menghebohkan ini kemungkinan berganti pada 23 Desember 2012, bukan pada titik balik musim dingin matahari pada 21 Desember yang menjadi tanggal keramat kiamat. Temuan ini berdasarkan terjemahan terbaru dari prasasti Maya.

Traxler mengerti mengapa Maya tampak begitu misterius.

"Sekarang kami memiliki pemahaman lebih baik mengenai sejarah yang telah dicatat pada periode klasik Maya menggunakan prasasti di monumen-monumen kuno. Kerajaan, ritual, biografi pemimpin, dan konflik terungkap pada monumen itu. Konteks teks yang dipahat itu kini dapat kami pahami maknanya," jelas Traxler.

Bagi Traxler, penelusuran ini lebih menarik dibanding mengkhawatirkan hari akhir. Kalender itu hanya tanggal-tanggal bermuatan politis untuk mengagungkan penguasa Maya. Pameran ini bisa membuat Anda semakin penasaran dengan sisi misterius bangsa Maya.
»»  Read More...

Nasa yakin Bumi-nya "Alien" ditemukan 2 tahun lagi




Selama ini, para ilmuwan hanya mengira-ngira ratusan planet yang memiliki zona habitat dan disebut-disebut sebagai kandidat pengganti bumi. Namun, dalam dua tahun mendatang, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yakin akan menemukan planet tersebut.

Astronom sudah menemukan 750 planet yang diduga memiliki kehidupan asing alias planet alien. Sementara Teleskop Antariksa milik NASA, Kepler, menambah daftar 2300 kandidat planet berpenghuni yang menunggu studi lanjutan. Jumlah ini belum termasuk planet-planet mirip Bumi yang ada di luar sistem tata surya kita. 

"Saya percaya Kepler akan menemukan sebuah planet yang memiliki zona habitat atau Goldilocks planet dalam dua tahun mendatang," kata seorang peneliti khusus biologi exoplanet NASA, Shawn Domagal-Goldman, seperti dikutip dari Livescience.

Dia juga hakulyakin, NASA akan mampu menunjuk satu planet secara spesifik, "Planet yang bisa ditinggali makhluk hidup," kata dia.

Studi Goldilocks planetBeberapa pejabat NASA tampaknya ingin membagi optimisme Domagal-Goldman bahwa badan antariksa tersebut siap mencari jalan untuk mempelajari bumi alien, begitu dia ditemukan. 

Sejauh ini, peneliti masih kesulitan mengivestigasi bumi asing tersebut karena jauh dan serta ukuran mereka yang kecil. Cahaya yang terpancar dari planet berzona habitat ini pun redup dan tertutupi cahaya dari bintang induk mereka. Tapi peneliti ini hakulyakin dengan teknik pendekatan transit spectroscopy, dunia ini akan segera diungkap. 

Teknik ini mendalami cahaya bintang yang memantul dari atmosfer bumi alien tersebut ke lingkungan kosmik manusia. Menurut peneliti, cahaya ini mengandung 'sidik jari' dari atmosfer bumi alien. Nah, sidik jari inilah yang akan dipelajari astronom. Bagaimana komposisi atmosfer bumi alien ini. "Cahaya refleksi dari exoplanet ini akan bercerita banyak," kata Doug Hudgins, peneliti NASA lainnya.

NASA sedang menimbang untuk meluncurkan satu misi khusus bernama Fast Infrared Exoplanet Spectroscopy Survey Explorer atau Finesse, yang menggunakan metode transit spectroscopy. Misi ini akan mengukur spektrum bintang dan planet-planet mereka di dua situasi, saat planet terlihat dan lagi saat planet ada di balik bintang induk. 

NASA juga menimbang observasi yang disebut Transiting Exoplanet Survey Satellite atau Tess yang dibantu perusahaan mesin mencari raksasa, Google. Misi ini dirancang untuk menemukan planet alien di tetangga Bumi.
»»  Read More...

OL